Senin, 07 September 2015

Waspada ISPA, KKP Kelas III Tembilahan Sebar 5000 Masker Bagi Masyarakat Pelabuhan



Foto bersama KKP Kelas III Tembilahan dan KSKP Tembilahan
Kespeltbhn - Untuk mengantisipasi terganggunya kesehatan pernafasan masyarakat pelabuhan Terhadap pencemaran udara yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau dan beberapa Provinsi  di Sumatera, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan membagikan masker kepada masyarakat pelabuhan, Selasa pagi (08/09).

Pembagian masker dipusatkan di Pelabuhan Penumpang Pelindo Tembilahan dan beberapa pelabuhan rakyat serta lokasi keramaian di Tembilahan. Pembagian masker ini juga berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Tembilahan.

Sedikitnya 5000 masker disebarkan baik di sekitar pelabuhan kantor induk maupun di 5 (lima) wilayah kerja KKP Kelas III Tembilahan. 

Disamping itu, Petugas KKP Kelas III Tembilahan juga terus memantau kualitas udara di sekitar pelabuhan. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan Air Quality Monitor dan Lux Meter di beberapa titik seperti Pelabuhan Penumpang Pelindo Tembilahan, ruang pelabuhan, Lapangan Sri Gemilang, sekitar Kantor Bupati serta ruang Kantor Kesehatan Pelabuhan sendiri. 

Dari olahan data KKP Tembilahan berdasarkan pantauan yang telah dilakukan sejak 03 September 2015 hingga 08 September 2015, dapat dilihat bahwa kadar CO2 di beberapa titik yang telah dilakukan pantauan adalah rata-rata diatas 1.010 ppm sementara nilai ambang batas nya pada 310-330 ppm.
Petugas KKP Kelas III Tembilahan Wilker Pulau Kijang Bagikan Masker untuk masyarakat pelabuhan

Petugas KKP Kelas III Tembilahan Wilker Guntung Bagikan Masker untuk masyarakat pelabuhan

Kondisi udara seperti ini tentu saja sangat tidak sehat dan cenderung berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).


Masyarakat disarankan untuk memakai masker jika bepergian keluar rumah, tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan jika tidak terlalu penting, disarankan untuk tidak keluar rumah. Sementara itu data olahan ini akan diteruskan kepada instansi terkait agar dapat digunakan untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan ini. (Va)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar